Lirik Qasidah Allahu Allah Wani'mal Wali Waliha

Lirik Qasidah Allahu Allah Wani’mal Wali Waliha : Bacaan dan Artinya Lengkap

Posted on

Exponesia.id – Lirik Qasidah Allahu Allah Wani’mal Wali Waliha : Bacaan dan Artinya Lengkap. Temukan makna mendalam dari Lirik Qasidah Allahu Allah Wani’mal Wali Waliha dalam artikel komprehensif ini. Jelajahi signifikansinya, sejarahnya, dan banyak lagi.

Selamat datang dalam eksplorasi yang menarik mengenai “Lirik Qasidah Allahu Allah Wani’mal Wali Waliha.” Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang maknanya, sejarahnya, dan dampak budayanya. Kalian akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang esensinya, dan pada akhirnya, kalian akan menghargai signifikansinya seperti belum pernah sebelumnya.

Lirik Qasidah Allahu Allah Wani’mal Wali Waliha

Berikut adalah Lirik Qasidah Allahu Allah Wani’mal Wali Waliha secara lengkap :

ألله الله ياالله ۰ ألله الله ياالله
ألله الله ياالله ۰ و نعم الوالی واليها
Allahu Allahu Allah.. Allahu Allahu Allah..
Allahu Allahu Allah.. Wa ni’mal wali waliha

صفت لی حميا خلي ۰ وأسقيت من صافيها
Shofat li humayya khilli wa usqitu min shofiha

وأقبل وثنی يملی ۰ علي الذی يعليها
Wa aqbal wa tsannâ yumlî ‘Alayyalladzî yu’lîhâ

و من ذا شربها مثلي ۰ أنا قبل لا يصفيها
Wa man dzâ syaribhâ mitslî Ana qoblu lâ yushfîha

أنا قبل قبل القبلي ۰ ويديت علی هاليها
Ana qoblu qoblil qobli wa yuditu ‘ala haliha

أنا أعطيت کل الفضل ۰ تگرم علي واليها
Ana u’thîtu kullal fadl-li takarrom ‘alayy wâlîhâ

أنا المجتبی بين أهلي ۰ وشفعت فی عاصيها
Anal mujtabâ baina ahlî wa syufi’tu fî ‘âshîhâ

أنا أعذل أنادی ولی ۰ أنا شيخها قاضيها
Ana a’dzil unâdî walî ana syaikhuhâ qôdlîhâ

أنا شيخ أهل الوصل ۰ تگرم علي باريها
Ana syaikhu ahlil washli takarrom ‘alayy bârîhâ

أنا حتف أهل العدل ۰ و نار الجحيم أطفيها
Ana hatfu ahlil ‘adli wa nârol jahîmi uthfîhâ

و سيفی ودرعی مجلی ۰ أعاقب علی تاليها
Wa saifî wadir’î majlî u’âqib ‘alâ tâlîhâ

فمن گان ينکر فعلي ۰ يجرب و أنا حاميها
Faman kâna yunkir fi’lî yujarrib wa ana hâmîhâ

أنا باذها والشهب ۰ أنا للمثانی أقريها
Ana bâdzuhâ wasysyuhbi ana lilmatsânî uqrîhâ

وعين الحقيقة عيني ۰ وأشرب من صافيها
Wa ‘ainul haqîqoh ‘ainî wa asyrobu min shôfîhâ

و فخر الوجود فخری ۰ أبو بکر لی يحميها
Wa fakhrul wujûdi fakhrî Abû Bakrin lî yahmîhâ

و فخر الوجود فخری ۰ أبو بکر لی يحميها
Wa fakhrul wujûdi fakhrî Abû Bakrin lî yahmîhâ

فقد طاب فيها أصلی ۰ أنا للفروع أغذيها
Faqod thôba fîhâ ashlî ana lilfurû’i ughdzîhâ

وراقت حميا قربي ۰ وإني لها ساقيها
Wa rôqot humayyâ qurbî wa innî lahâ sâqîhâ

وافلت شموس الکل ۰ وهاشمسنا ضاحيها
Wâfalat syumûsul kulli wa hâsyamsunâ dlôhîhâ

أنا عرشها والکرشي ۰ أنا للسما بانيها
Ana ‘arsyuhâ wal kursî ana lissamâ bânîhâ

شف أهل الکسا بالفضل ۰ و جبريل لی راويها
Syuf ahlal kisâ bil fadl-li wa jibrîlu lî rôwîhâ

فهذه رسالة تنبي ۰ بنص القرآن أتليها
Fahâdzih risâlah tunbî binashshil qur-ãn utlîhâ

وأشکر لنعمة ربی ۰ ولکن لا أحصيها
Wa asykur li ni’mah robbî wa lâkin lâ uhshîhâ

وبثيت منها وهبي ۰ علی من تبعني فيها
Wa batstsaitu minhâ wahbî ‘alâ man tabi’nî fîhâ

واختم بخير الرسل ۰ نبي الهدی هاديها
Wakhtim bi khoirir-rusli nabiyyil hudâ hâdîhâ

Terjemahan Bahasa Indonesia

Wani’mal Wali waliha
Ketahuilah wahai insan
Pembela ajaran tuhan
Hidup perlulah tujuan
Takhina di makan zaman

Dunia penuh bencana
Dunia penuh petaka
Bila kita tak takwa
Kepada Allah Yang ESA

Hiduplah apa adanya
Bersyukur pada yg ESA
Dunia fatamorgana
Akhirat impian kita

Contohlah para waliNya
Semangat hati jiwanya
Tak kenal lelah padanya
Ibadah ikhlas hati nya

Tentara nya para wali
Tak takut hidup sendiri
Tentara nya para wali
Tak takut ancaman mati

Tentara nya para wali
Tak mudah di hasud diri
Tentara nya para wali
Bersatu membela Nabi

Sholawat salam pada mu
Wahai Musthofa yg suci
Sholawat salam pada mu
Wahai Musthofa ya habibi

Menggali Makna Pujian dan Penghormatan

Menggali Makna Pujian dan Penghormatan dalam Lirik Qasidah Allahu Allah Wani’mal Wali Waliha.

Setelah membahas Lirik Qasidah Allahu Allah Wani’mal Wali Waliha, mari kita mendalami makna yang terkandung di dalamnya. Lirik ini memancarkan penghormatan yang mendalam kepada Allah dan para wali-Nya, menciptakan sebuah pengalaman spiritual yang menggetarkan.

Lirik Qasidah ini menciptakan sebuah panggung di mana pengagungan kepada Allah dan para wali-Nya menjadi pusat perhatian. Allah, yang dipuji dalam lirik ini sebagai “Allahu Allah,” adalah sumber segala kebijaksanaan dan kebaikan. Kata “Allahu” yang berarti Allah sendiri, ditempatkan pada awal lirik, menggambarkan keagungan-Nya yang tak terbandingkan. Sementara itu, “Ni’mal Wali Waliha” yang berarti “Nikmat yang luar biasa bagi Wali-Wali-Nya,” mengacu pada para wali Allah yang telah mendapatkan keberkahan dan perlindungan khusus dari-Nya.

Melalui lirik ini, kita diingatkan akan kebijaksanaan dan pengawasan Allah yang tak terhingga. Penghormatan kepada-Nya tercermin dalam setiap kata, setiap nada, dan setiap helaan napas yang terdengar dalam Qasidah ini. Ketulusan dalam penyampaian lirik ini menciptakan perasaan yang mendalam dalam hati pendengarnya.

Pujian yang diberikan kepada Allah tidak hanya menggambarkan rasa hormat, tetapi juga menjadi sumber inspirasi. Dalam segala kebijaksanaan-Nya, kita menemukan panduan untuk menjalani hidup dalam kebenaran. Ketika kita mencermati pengawasan-Nya yang melimpah, kita merasa aman dan terlindungi dalam perjalanan kita menuju kebenaran.

Dengan demikian, lirik Qasidah “Allahu Allah Wa Ni’mal Wali Waliha” menjadi sebuah ungkapan penuh makna tentang penghormatan yang tulus kepada Allah dan para wali-Nya. Ia menginspirasi kita untuk senantiasa mencari kebenaran dan hidup dalam ketulusan, karena itulah jalan yang diberkati oleh Allah.

Alasan Mengapa Hanya Allah SWT yang Pantas Dipuji

Pujian pada dasarnya adalah hak dan kepatutan yang hanya tepat diberikan kepada Allah SWT. Dialah satu-satunya Dzat yang pantas dipuji.

Hal ini sebagaimana makna dari salah satu ayat yang kerap kita baca sehari-hari, yaitu surat Al-Fatihah. Dalam ayat kedua surat pembuka Alquran itu, Allah SWT berfirman:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” Dikutip dari Tafsir Tahlili Surat Al Fatihah ayat 2, Al-Quran Kementerian Agama, dijelaskan bahwa pada ayat ini Allah mengajarkan kepada hamba-Nya agar selalu memuji-Nya. Lafadz Alhamdu artinya pujian, karena kebaikan yang diberikan oleh yang dipuji, atau karena suatu sifat keutamaan yang dimilikinya.

Semua kenikmatan yang kita rasakan dan peroleh di dunia ini datang dari Allah, karena Dialah sumber segala kenikmatan. Hanya Allah yang memiliki sifat-sifat sempurna, oleh karena itu, hanya Allah yang berhak mendapatkan pujian.

Ketika seseorang mengucapkan “Alhamdulillah,” itu bukan hanya pengakuan bahwa segala puji hanya untuk Allah, tetapi juga sebuah bentuk penghargaan kepada Allah.

Kata “Rabb” memiliki makna sebagai pemilik, pengelola, dan pemelihara. Dalam kata ini, juga terkandung makna mendidik, yaitu membimbing sesuatu menuju kesempurnaannya secara bertahap.

Kata “alamin” mengacu pada seluruh alam, mencakup berbagai jenis makhluk. Alam ini terbagi menjadi berbagai kategori, seperti alam tumbuh-tumbuhan, alam binatang, alam manusia, alam benda, alam makhluk halus seperti malaikat dan jin, serta alam lainnya.

Beberapa tafsir mengkhususkan kata “alamin” dalam ayat ini untuk merujuk kepada makhluk berakal seperti manusia, malaikat, dan jin. Namun, ini membatasi makna yang sebenarnya sangat luas.

Oleh karena itu, Allah adalah Pendidik bagi seluruh alam, tidak ada satu pun makhluk Allah yang terlepas dari bimbingan-Nya. Allah mendidik makhluk-Nya dalam segala aspek kehidupan mereka. Sebagai Pendidik, Allah mengembangkan, melindungi, memberikan kekuatan, dan memberikan sarana kepada setiap makhluk untuk mencapai kesempurnaan hidup mereka masing-masing.

Siapa pun yang mengamati gerak bintang-bintang, meneliti kehidupan tumbuhan dan hewan di laut dan daratan, atau mempelajari perkembangan manusia dari awal rahim hingga dewasa akan memahami bahwa tidak ada satu pun makhluk Allah yang terlepas dari perhatian, perlindungan, bimbingan, anugerah, atau pertolongan-Nya.

Penutup

Semoga lirik qasidah ini senantiasa menginspirasi kita untuk menjalani kehidupan dengan rasa syukur, penuh cinta, dan taat kepada Allah. Mari kita jadikan lirik ini sebagai pengingat akan kebaikan-Nya yang selalu hadir dalam hidup kita. Semoga kita selalu menjadi Wali yang baik bagi orang-orang yang kita cintai, sebagaimana Allah adalah Wali yang terbaik bagi kita semua.

Terima kasih telah membaca artikel dari exponesia.id ini, dan semoga pesan dari lirik qasidah ini selalu mengalir dalam hati dan tindakan kita sehari-hari. Allah adalah Wali yang Maha Baik, dan kita adalah wali untuk kebaikan dalam hidup ini. Selamat berbagi cinta, kasih sayang, dan berbuat baik kepada semua orang di sekitar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *