Bacaan Doa Akasyah

Bacaan Doa Akasyah : Bacaan, Artinya dan Keutamaannya Lengkap

Posted on

Exponesia.id – Bacaan Doa Akasyah : Bacaan, Artinya dan Keutamaannya Lengkap. Dalam keragaman ritual dan doa Islam yang kaya, Bacaan Doa Akasyah memiliki tempat istimewa. Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang Bacaan Doa Akasyah, menjelajahi signifikansinya, cara membacanya, dan makna di balik ayat-ayatnya. Bergabunglah dalam perjalanan spiritual ini untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang doa yang dihormati ini.

Bacaan Doa Akasyah adalah doa yang indah yang dibaca oleh umat Islam yang mencari berkah, petunjuk, dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa. Doa ini dinamai sesuai dengan ulama Al-Akasyah dan diyakini sebagai sumber kekuatan spiritual yang besar. Doa ini, jika dibaca dengan tulus, dapat membawa ketenangan dan kedamaian ke dalam hati seseorang.

Mengenal Doa Akasah

Dalam buku Terjemah dan Fadhilah Majmu’ Syarif karya Ustadz Rusdianto, dijelaskan bahwa Doa Akasah adalah doa taubat. Doa ini pertama kali dibawa oleh Malaikat Jibril dari ‘Arsy dan telah diriwayatkan oleh Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq.

“Suatu hari, aku sedang duduk di hadapan Rasulullah Saw. di Masjid Madinatul Munawwarah, tiba-tiba Malaikat Jibril datang membawa Doa Akasyah. Lalu, Malaikat Jibril memberikannya kepada Rasulullah sambil berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku membawa Doa Akasyah ini. Sejak zaman Adam dan nabi-nabi lainnya, doa ini belum pernah diberikan kepada siapapun kecuali engkau.’ Malaikat Jibril juga mengatakan, ‘Aku melihat Doa Akasyah ini tergantung di bawah Arsy selama 90.000 tahun sebelum Allah SWT menciptakan dunia beserta isinya.’”

Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq juga pernah berkata, “Rasulullah pernah bersabda padaku, ‘Jangan pernah tinggalkan membaca Doa Akasyah ini. Dengan membacanya, engkau akan mendapatkan perlindungan dan anugerah dari Allah, sehingga engkau mampu menghafal Al-Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya.’”

Menurut Kitab Majmu Syarif dan Kitab Perukunan Melayu, Doa Akasah memiliki manfaat besar bagi setiap Muslim yang melafalkannya setiap hari.

“Diantara manfaatnya, jika seseorang yang membacanya sedang sakit, Allah SWT akan menyembuhkannya. Jika seseorang memiliki hutang, Allah SWT akan mengampuni hutangnya. Barangsiapa membaca doa ini dengan keyakinan yang kuat, Allah SWT akan menjaganya dari segala bahaya dan kebinasaan, serta akan mengabulkan semua hajatnya melalui berkah dari doa ini, insya Allah SWT. Amiiin ya rabbal alamin.” (Perukunan Melayu)

Bacaan Doa Akasyah Arab, Latin, dan Artinya

Doa ini juga memiliki tingkat keagungan yang sangat tinggi. Doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan secara rutin, atau minimal dibaca sekali seumur hidup, terutama untuk mengharapkan pemenuhan kebutuhan dunia dan akhirat. Asal-usul Doa Akasyah ini adalah ketika Malaikat Jibril membawanya dari ‘Arsy.

Dalam riwayat yang disampaikan oleh Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, ia menceritakan, “Suatu hari, aku duduk di depan Rasulullah SAW di dalam Masjid Madinatul Munawwarah, tiba-tiba Malaikat Jibril datang dengan membawa Doa Akasyah. Kemudian, ia memberikannya kepada Rasulullah seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya membawa Doa Akasyah ini. Sejak zaman Adam dan nabi-nabi lainnya, belum ada yang menerimanya kecuali engkau.’ Malaikat Jibril juga menjelaskan, ‘Saya melihat Doa Akasyah ini tergantung di bawah Arsy selama 90.000 tahun sebelum Allah menciptakan seluruh alam semesta.”

Berikut adalah Bacaan Doa Akasyah Arab, Latin, dan Artinya :

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، بِسْمِ اللهِ النُّوْرِ نُوْرٌ عَلَى نُوْرٍ، الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ النُّوْرَ، وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى جَبَلِ الطُّوْرِ فِي كِتَابٍ مَسْطُوْرٍ. الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِالغِنَاءِ مَذْكُوْرٌ، وَبِالعِزَّةِ وَالجَلَالِ مَشْهُوْرٌ، وَعَلَى السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ مَشْكُوْرٌ.

Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallam. Bismillāhin nūri nūrun ‘alā nur. Alhamdu lillāhil ladzī khalaqan nūr, wa anzalat Taurāta ‘alā jabalit Thūr fī kitābim masthūr. Alhamdu lillāhil ladzī bil ghinā’I madzkūr, wa bil ‘izzati wal jalāli masyhūr, wa ‘alās sarrā’I wad dharrā’I masykūr.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan sejahtera(-Mu) atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Dengan nama Allah zat bercahaya, cahaya di atas cahaya. Segala puji bagi Allah yang menciptakan nur, dan menurunkan Taurat di atas bukit Thur pada kitab yang tertulis. Segala puji bagi Allah yang dengan kaya-Nya disebut, dengan kemuliaan dan kebesaran-Nya terkenal, dan yang pada saat (manusia) senang dan sulit tetap disyukuri.”

وَالحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَمٰوَاتِ وَالأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرَ، ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ، كٓهٓيٓعٓصٓ حٰمٓ عٓسٓقٓ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، اللهُ لَطِيْفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ القَوِيُّ العَزِيْزُ، يَا كَافِيَ كُلِّ شَيْئٍ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَيْئٍ، بِيَدِكَ الخَيْرُ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

Alhamdu lillāhil ladzī khalaqas samāwāti wal ardha, wa ja‘alaz zhulumāti wan nūr, tsummal ladzīna kafarū bi rabbihim ya‘dilūn. Kāf hā yā ‘aīn shād, hā mīm, ‘aīn sīn qāf, iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn, yā Hayyu ya Qayyūm, yā Dzal jalāli wal ikrām. Allāhu lathīfum bi ‘ibādih, yarzuqu man yasyā’u wa huwal qawiyyul azīz, yā Kafiya kulli syaī’, washrif ‘annā kulla syaī’, bi yadikal khair, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menciptakan langit dan bumi; dan menjadikan gelap dan nur, tetapi kemudian orang kafir kepada Tuhan mereka berpaling. Kepada-Mu kami menyembah; dan hanya kepada memohon pertolongan; wahai Zat yang hidup, wahai Zat yang tegak berdiri. Allah bersikap lembut kepada hamba-Nya dan memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dia Maha Kuat dan Perkasa. Wahai Zat yang mencukupi segala sesuatu. Palingkanlah segala sesuatu (mudarat) dari kami. Di tangan-Mu kebaikan itu. Sungguh, Engkau maha kuasa atas segala sesuatu.”

اللّٰهُمَّ يَا كَثِيْرَ النَّوَالِ، وَيَا دَائِمَ الوِصَالِ، وَيَا حُسْنَ الفِعَالِ، وَيَا رَازِقَ العِبَادِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَيَا بَدِيْعًا بِلَا مِثَالٍ، وَيَا بَاقِي بِلَا زَوَالٍ، نَجِّنَا مِنَ الكُفْرِ وَالضَّلَالِ، بِحَقِّ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Allāhumma yā Katsīran nawāl, wa yā Dā’imal wishāl, wa yā Husnal fi‘āl, wa yā Rāziqal ‘ibādi ‘alā kulli hāl, wa yā Badī‘an bi lā mitsāl, wa yā Bāqī bi lā zawāl, najjinā minal kufri wad dhalāl, bi haqqi lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, wahai Zat yang banyak anugerah, wahai Zat yang selalu terhubung, wahai Zat yang baik perbuatan, wahai Zat yang memberikan rezeki hamba-Nya pada setiap kondisi, wahai Zat yang mencipta pertama tanpa contoh, wahai Zat yang kekal tanpa sirna, selamatkan kami dari kekafiran dan kesesatan dengan hakikat. Tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ الشَّكُّ فِي إِيْمَانِي بِكَ وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allāhumma in dakhalas syakku fī īmānī bika wa lam a‘lam bihī aw ‘alimtu tubtu ‘anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam

Artinya: “Ya Allah, jika keraguan hinggap pada keimananku kepada-Mu, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ الكُفْرُ فِي إِسْلَامِي بِكَ وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allāhumma in dakhalal kufru fī islāmī bika wa lam a‘lam bihī aw ‘alimtu tubtu ‘anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam

Artinya: “Ya Allah, jika keraguan hinggap pada keislamanku kepada-Mu, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ الشَّكُّ فِي تَوْحِيْدِيْ إِيَّاكَ وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allāhumma in dakhalas syakku fī tawhīdī iyyāka wa lam a‘lam bihī aw ‘alimtu tubtu ‘anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, jika keraguan hinggap pada ketauhidanku kepada-Mu, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ العُجْبُ وَالكِبْرُ وَالرِّيَاءُ وَالسُّمْعَةُ وَالنُّقْصَانُ فِي عَمَلِي لَكَ وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allāhumma in dakhalal ‘ujbu wal kibru war riyā’u was sum‘atu wan nuqshānu fī ‘amalī laka wa lam a‘lam bihī aw ‘alimtu tubtu ‘anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, jika ujub, sombong, riya, sum‘ah, dan kekurangan masuk mencemari ibadahku kepada-Mu–baik tidak kusadari maupun kusadari–, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

اللّٰهُمَّ إِنْ جَرَى الكِذْبُ وَالغِيْبَةُ وَالنَّمِيْمَةُ وَالبُهْتَانُ عَلَى لِسَانِي وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allāhumma in jaral kidzbu wal ghibatu wan namīmatu wal buhtānu ‘alā lisānī wa lam a‘lam bihī aw ‘alimtu tubtu ‘anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Arti Doanya: “Ya Allah, jika dusta, gibah, adu domba, dan bohong besar terucap dari mulutku, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ الخَطْرَةُ وَالوَسْوَسَةُ فِي صَدْرِي وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allāhumma in dakhalal khathratu wal was-wasatu fī shadrī wa lam a‘lam bihī aw ‘alimtu tubtu ‘anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, jika suatu pikiran (konyol) dan was-was melintas di dalam dadaku, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

Keutamaan Doa Akasyah

Setelah mengetahui Bacaan Doa Akasyah Arab, Latin, dan Artinya, selanjutnya Doa Akasyah adalah doa yang memiliki banyak keutamaan, dan dapat menjadi amalan harian bagi umat Islam. Berikut adalah beberapa keutamaan penting dari Doa Akasyah:

1. Dimudahkan Rezeki

Salah satu keutamaan utama dari Doa Akasyah adalah bahwa setiap orang yang membacanya dengan penuh keikhlasan akan mendapatkan kemurahan Allah SWT. Allah akan memerintahkan 70.000 malaikat di langit untuk membawa kebajikan kepada mereka dan memudahkan rezekinya. Doa ini juga membawa rahmat Allah kepada mereka yang mengamalkannya dengan tulus.

2. Menyembuhkan Orang Sakit

Doa Akasyah juga memiliki kekuatan penyembuhan. Dengan membacanya dengan penuh keyakinan, seseorang dapat mengalami kesembuhan dari penyakit fisik dan mental. Doa ini adalah salah satu sarana yang dapat digunakan untuk memohon kesembuhan bagi diri sendiri atau orang lain yang sedang sakit.

3. Melepaskan dari Hutang

Selain itu, Doa Akasyah juga memiliki keberkahan dalam mengatasi masalah finansial. Dengan memohon kepada Allah dengan doa ini, seseorang yang terlilit hutang atau masalah keuangan dapat merasa lega, karena Allah dapat membantu melepaskan mereka dari beban hutang tersebut. Doa ini juga bisa membantu meningkatkan kemakmuran dan stabilitas finansial.

4. Dikabulkan Semua Doa

Doa Akasyah adalah doa yang sangat mustajab (dikabulkan). Ketika seseorang mengucapkannya dengan sungguh-sungguh dan hati yang tulus, doa-doa mereka akan lebih mungkin dikabulkan oleh Allah. Ini membuatnya menjadi salah satu doa yang sangat dihargai dalam agama Islam.

Penutup

Dalam artikel ini, exponesia.id telah menjelaskan tentang Bacaan Doa Akasyah beserta artinya secara lengkap. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin memahami doa ini dengan lebih baik dan mendalam. Doa Akasyah adalah salah satu doa yang memiliki makna yang dalam, dan dengan memahaminya, kita dapat merasakan keberkahan dalam hidup kita.

Semoga kita semua dapat selalu menghadirkan doa ini dalam kehidupan sehari-hari kita, serta merasakan manfaat dan keberkahannya. Semoga Allah selalu memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Terima kasih telah membaca artikel ini, dan jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman dan keluarga yang mungkin juga ingin memahami Bacaan Doa Akasyah ini dengan lebih baik. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan dan kasih sayang-Nya. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *