Bacaan Wirid Imam Nawawi

Bacaan Wirid Imam Nawawi : Arab dan Terjemahan Lengkap

Posted on

Exponesia.id – Bacaan Wirid Imam Nawawi : Arab dan Terjemahan Lengkap. Apakah kalian penasaran tentang perjalanan spiritual Bacaan Wirid Imam Nawawi? Dalam panduan komprehensif ini, kami akan menjelajahi praktik yang mendalam, menawarkan 25 bagian yang menarik yang mencakup inti Wirid Imam Nawawi. Dari signifikansinya hingga praktik yang direkomendasikan, kami memiliki semua yang kalian butuhkan. Mari memulai perjalanan pencerahan ini bersama-sama.

Bacaan Wirid Imam Nawawi adalah praktik spiritual yang dihormati yang memiliki makna besar dalam hati umat Muslim. Bacaaan yang tulus ini mencerminkan inti dari ibadah dan hubungan dengan Yang Ilahi.

Bacaan Wirid Imam Nawawi

Berikut adalah Bacaan Wirid Imam Nawawi yang secara lengkap kami tuliskan:

بِسْمِ اللَّهِ اَلله أَكْبَرُ أَقُولُ عَلَى نَفْسِى وَعَلَى دِيْنِى وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِى وَعَلَى مَالِى وَعَلَى أَصْحَابِى وَعَلَى أَدْيَانِهِمْ وَعَلَى أَمْوَالِهِمْ أَلْفَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Bismillaahi Alloo-hu Akbar aquulu ‘alaa nafsii wa ‘alaa diinii wa’alaa ahlii, wa’alaa aulaadii, wa’alaa maalii, wa’alaa ash-haabii, wa’alaa adyaanihim, wa’alaa amwalihim, alfa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Dengan menyebut nama Allah; Allah Maha Besar. Aku berkata atas diriku, agamaku, keluargaku, anak-anakku, hartaku, dan sahabat-sahabatku beserta agama mereka dan harta benda mereka, seribu ‘laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyilazhiim’ (Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

بِسْمِ اللَّهِ اَللهُ أَكْبَرُ أَقُوْلُ عَلَى نَفْسِى وَعَلَى دِيْنِىْ وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِيْ وَعَلَى مَالِى وَعَلَى أَصْحَابِى وَعَلَى أَدْيَانِهِمْ وَعَلَى أَمْوَالِهِمْ أَلْفَ أَلْفِ أَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Latin :Bismillaahi Alloohu akbar, Alloohu akbar, aquulu ‘alaa nafsii wa’alaa diinii wa’alaa ahlii, wa’alaa aulaadii, wa’alaa maalii, wa’alaa ash-haabii, wa’alaa adyaanihim, wa’alaa amwaalihim alfa alfi laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.

Artinya : Dengan menyebut nama Allah; Allah Maha Besar; Allah Maha Besar. Aku berkata atas diriku, agamaku, keluargaku, anak-anakku, hartaku, dan sahabat-sahabatku beserta agama mereka dan harta benda mereka, sejuta ‘laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyilazhiim’.

بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللَّهِ وَإلَى اللَّهِ وَعَلَى اللَّهِ وَفِى اللَّهِ وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Latin : Bismillaahi, waminalloohi, wa ilaloohi, wa’alalloo-hi, wafillaahi, wa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah; dengan Allah; dari Allah; kepada Allah; atas Allah; dan didalam Allah; serta tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

بِسْمِ اللَّهِ عَلَى دِيْنِى وَعَلَى نَفْسِى, بِسْمِ اللَّهِ عَلَى مَالِى وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِى وَعَلَى أَصْحَابِى. بِسْمِ اللَّهِ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ أَعْطَانِيْهِ رَبِّى.

Latin : Bismillaahi ‘alaa diinii wa’alaa nafsii. Bismillaahi ’alaa maalii wa’alaa ahlii, wa’alaa aulaadii, wa ’alaa ash-haabii. Bismillaahi ‘alaa kulli syai-in a’thaaniihi rabbii.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah atas agamaku dan diriku. Dengan menyebut nama Allah atas harta bendaku, keluargaku, anak-anakku dan para saha-batku. Dengan menyebut nama Allah atas segala sesuatu yang diberikan Tuhanku kepadaku.

بِسْمِ اللَّهِ رَبِّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ, وَ رَبِّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ, وَ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ,

Latin: Bismillaahi rabbis samaawaatis sab’i, wa rabbil ardhiinas sab’i, warabbil ‘arsyil ‘azhiim.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, Tuhan Penguasa langit tujuh lapis, Tuhan Penguasa bumi lapis tujuh, Tuhan Penguasa ‘arasy yang agung.

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي اْلأَ رْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (3×).

Latin : Bismillaahil-ladzii laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi walaa fis samaa-i wahuwas samii’ul ‘aliim (Dibaca 3 x).

Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang tidak akan berbahaya bersama Nama-Nya sesuatu pun di bumi dan tidak pula di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

بِسْمِ اللهِ خَيْرِ اْلأَسْمَاءِ فِي اْلأَ رْضِ وَفِى السَّمَاءِ,

Latin : Bismillaahi khairil asmaa-i fil ardhi wafis samaa-i.

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, sebaik-baik Asma’ di bumi dan di langit.

بِسْمِ الله أَفْتَتِحُ وَبِهِ أَخْتَتِمُ اللّهَ اللّهَ اللّهَ رَبِّى لاَ أُشْرِكَ بِهِ أَحَدًا, اللّهُ اللّهُ اللّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ. اللّهُ اللّهُ اللّهُ أَعَزُّ وَأَجَلُّ وَأَكْبَرُ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ (3×).

Latin : Bismillaahi aftatihu wabihii akhtatimu. Allooh, Allooh, Allooh, rabbii laa usyriku bihii ahadan. Allooh, Allooh, Allooh, laa ilaaha illaa huu. Allooh, Allooh, Allooh, a’azzu wa ajallu wa akbaru mimmaa akhaafu wa ahdzar (Dibaca 3 x).

Terjemahan : Dengan menyebut nama Allah aku memulai, dan Dengan menyebut nama Allah aku mengakhiri. Allah, Allah, Allah, Tuhanku, tiada sekutu bagi-Nya. Allah, Allah, Allah, tiada tuhan selain Dia. Allah, Allah, Allah,Yang Maha Mulia, Maha Agung dan Maha Besar dari apa saja yang aku takuti dan aku khawatiri.

اللّهُمَّ إِنِّى َأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَ مِنْ شَرِّ غَيْرِى, مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ رَبِّى, بِكَ اللّهُمَّ أَخْتَرِزُ مِنْهُمْ, وَ بِكَ اللّهُمَّ أَدْرَأُ فِى نُحُورِهِمْ, وَ بِكَ اللّهُمَّ َأَعُوذُ مِنْ شُرُورِهِمْ وَأَسْتَكْفِيْكَ إيَِّاهُمْ وَاُقَدِّمُ بَيْنَ يَدَيِّ وَأَيْدِيْهِمْ وَأَيْدِي مَنْ أَحَاطَتْهُ عِنَايَتِى وَشَمِلَتْهُ إِحَاطَتِى.

Latin : Alloohumma innii a’uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarri ghairii, min syarri maa khalaqa rabbii. Alloohumma ahtarizu min-hum, wabi-kalloohumma adra-u fii nuhuurihim, wabikalloo-humma a’uudzu min syuruurihim, wa astakfiika iyyaahum, wa uqaddimu baina yadayya wa aidiihim wa aidi man ahaathat-hu ‘inaayatii, wa syamilat-hu ihaathatii.

Terjemahan : Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, keburukan selainku, keburukan apa saja yang diciptakan Tuhanku.

Dengan-Mu, Ya Allah, aku memohon perlindungan dari mereka. Dengan-Mu, Ya Allah, aku menolak pada leher mereka. Dengan-Mu, Ya Allah, aku berlindung dari kejahatan mereka, aku memohon kiranya Engkau mengatasi mereka, aku haturkan di hadapanku, di hadapan mereka, di hadapan orang yang diliputi oleh pertolonganku.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. (3×).

Latin : Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Qul huwalloohu ahad, Alloohus-shamad, lam yalid walam yuulad, walam yakun lahuu kufuwan ahad (Dibaca 3 x).

Terjemahan :Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS al-Ikhlash : 1-4).

وَمِثْلُ ذَلِكَ عَنْ يَمِيْنِى وَأَيْمَانِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ عَنْ شِمَالِى وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ أَمَامِى وَأَمَامَهُمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ خَلْفِى وَمِنْ خَلْفِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ فَوْقِى وَمِنْ فَوْقِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ تَحْتِى وَ مِنْ تَحْتِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ محُِيْطٌ بِى وَبِهِمْ, وَبِمَا أَحَطْنَابِهِ.

Latin : Wamitslu dzaalika ‘an yamiinii wa aimaanihim, wamitslu dzaalika ‘an syimaalii wa ‘an syamaa-ilihim, wamitslu dzaalika amaamii wa amaa-mahum, wamitslu dzaalika min khalfii wamin khalfihim, wamitslu dzaalika min fauqii wamin fauqihim, wamitslu dzaalika min tahtii wamin tahtihim, wamitslu dzaalika muhiithun bii wa bihim, wabimaa ahath-naa bihi.

Terjemahan :Dan seperti itu dari arah kananku dan kanan mereka; seperti itu dari arah kiriku dan kiri mereka; seperti itu dari arah depanku dan depan mereka; seperti itu dari arah belakangku dan belakang mereka; seperti itu dari arah atasku dan atas mereka; seperti itu dari arah bawahku dan bawah mereka. Dan seperti itu yang akrab denganku, dengan mereka, dan dengan apa saja yang aku akrab dengannya.

اللّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ لِى وَلَهُمْ مِنْ خَيْرِكَ بِخَيْرِكَ الَّذِى لاَ يَمْلِكُهُ غَيْرُكَ, اللّهُمَّ اجْعَلْنِى وَ إيَّاهُمْ فِى حِفْظِكَ وَعِيَاذِكَ وَعِيَالِكَ وَجِوَارِكَ وَأَمْنِكَ وَأَمَانَتِكَ وَحِزْبِكَ وَحِرْزِكَ وَكَنَفِكَ وَسِتْرِكَ وَلُطْفِكَ وَمِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَسُلْطَانٍ, وَإِنْسٍ وَجَانٍّ, وَبَاغٍ وَحَاسِدٍ, وَسَبُعٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبىِّ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ,

Latin : Alloohumma innii as-aluka lii walahum min khoirika bikhoirikalladzii laa yamlikuhuu ghoiruka. Alloohummaj’al-nii wa iyyaahum fii hifzhika wa ‘iyadzika wa ‘iyaalika wa jiwaarika, wa amnika wa amaana-tika, wa hizbika wa hirzika, wa kanafika wa sitrika wa luthfika, min kulli syaithaanin wa sulthaanin, wa insin wa jaannin, wa baaghin wa haasidin, wa sabu’in wa hayyatin wa ‘aqrabin, wamin syarri kulli daabbatin, Anta aakhidzun binaashiyatihaa, inna rabbii ‘alaa shiraathim-mustaqiim.

Terjemahan :Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu, untukku dan untuk mereka, kebaikan-Mu dengan kebaikan-Mu yang tiada mampu melikinya selain Engkau.

Ya Allah! Jadikanlah aku dan mereka selalu dalam pemeliharaan-Mu, perlindungan-Mu, keluar besar-Mu, tetangga-Mu, keamanan-Mu, amanah-Mu, golo-ngan-Mu, benteng perlindungan-Mu, naungan perlindungan-Mu, tirai-Mu dan sifat lemah lembut-Mu, dari semua syetan dan penguasa (zhalim), dari manusia dan jin, dari orang yang durjana dan hasud, binatang buas dan ular serta kalajengking, dan dari kejahatan semua yang melata di bumi yang ubun-ubunnya berada didalam genggaman-Mu. Sesung-guhnya Tuhanku berada di atas jalan yang lurus.

حَسْبِيَ الرَّبُّ مِنَ الْمَرْبُوبِيْنَ, حَسْبِيَ الْخَالِقُ مِنَ الْمَخْلُوقِيْنَ, حَسْبِيَ الرَّازِقُ مِنَ الْمَرْزُوقِيْنَ, حَسْبِيَ السَّاتِرُ مِنَ الْمَسْتُورِيْنَ, حَسْبِيَ الناصِرُ مِنَ الْمَنْصُورِيْنَ, حَسْبِيَ القَاهِرُ مِنَ الْمَقْهُورِيْنَ, حَسْبِيَ الَّذِى هُوَحَسْبِي, حَسْبِيَ مَنْ لَمْ يَزَلْ حَسْبِي, حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, حَسْبِيَ اللهُ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِهِ.

Latin : Hasbiyar-rabbu minal marbuubiin. Hasbiyal khaa-liqu minal makhluqiin. Hasbiyar-razzaaqu minal marzuuqiin. Hasbiyas-Saatiru minal mas-tuuriin. Hasbiyan-naashiru minal manshuuriin. Hasbiyal qaahiru minal maqhuuriin. Hasbi-yalladzii huwa hasbii. Hasbii man lam yazal hasbii. Hasbiyalloohu wa ni’mal wakiil. Hasbiyalloohu min jamii’i khalqihi.

Terjemahan :Cukuplah bagiku ‘Al-Khaliq’ (Tuhan Maha Pen-cipta) sebagai penolongku daripada semua makhluk. Cukuplah bagiku ‘Al-Razzaq’ (TuhanMaha Pemberi rizki) sebagai penolongku daripada semua makhluk yang diberi rizki. Cukuplah bagiku ‘As-Satir’ (Tuhan Yang Menutupi) sebagai penolongku daripada semua makhluk yang ditutupi-Nya. Cukuplah bagiku ‘Al-Nashir’ (Tuhan Penolong) yang menolongku daripada semua makhluk yang diberi pertolongan. Cukuplah bagiku ‘Al-Qahir’ (Tuhan Yang Perkasa) sebagai penolongku daripada semua makhluk yang ditaklukkan-Nya. Cukuplah bagiku Tuhan sebagai penolongku Yang Dia adalah Pencukupku. Cukuplah bagiku Tuhan sebagai Penolongku Yang Dia senantiasa mencukupiku. Cukuplah Allah menjadi Penolongku dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Cukuplah Allah menjadi Penolongku dari seluruh makhluk-Nya.

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ. وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالْلاَخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا. وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْءَانِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا.

Latin : Inna waliyyiyalloohul-ladzii nazzalal kitaaba wahuwa yatawallas-shaalihiin. Wa idzaa qara`tal qur-aana ja’alnaa bainaka wabainalladziina laa yukminuuna bil aakhirati hijaabam-mastuuraa. Waja’alnaa ‘alaa quluubi-him akinnatan an yafqahuuhu wafii aadzaanihim waqraa. Wa idzaa dzakarta rabbika fil qur-aani wahdahuu wallau ‘alaa adbaarihim nufuuraa.

Terjemahan :Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.(QS a-A’raf : 196)

Dan apabila kamu membaca Al Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup. dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.(QS al-Isra’ : 45-56)

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (7×).

Latin : Fa in tawallau faqul hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim (Dibaca 7 x)

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung” (QS at-Taubah : 129).

وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Latin : Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Washallalloohu ‘alaa syyidinaa muham-madinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihii washah-bihii wasallam.

Terjemahan :Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Semoga Allah melimpahkan rahmat ta’zhim dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, Nabi yang ‘Ummi’ (buta huruf), beserta keluarga dan para sahabatnya.

Selanjutnya menghembuskan nafas tanpa berludah ke arah kanan tiga kali, arah kiri tiga kali, arah depan tiga kali, arah belakang tiga kali, lalu diteruskan membaca doa wirid berikut ini :

خَبَأْتُ نَفْسِى فِى خَزَائِنِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, أَقْفَالُهَا ثِقَتِى بِاللهِ, مَفَاتِيْحُهَا لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ,

Latin : Khaba’tu nafsii fii khazaa-ini bismillaahir-rah-maanir-rahiim. Aqfaaluhaa tsiqatii billaah. Mafaatiihuhaa laa haula walaa quwwata illaa billaah.

Terjemahan :“Aku sembunyikan diriku didalam gudang simpanan ‘Bismillaahirrah-maanirrahiim’. Grendel (kuncinya) adalah ‘Kepercayaanku pada Allah’. Kunci pembu-kanya adalah ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah’.

أُدَافِعُ بِكَ اللّهُمَّ عَنْ نَفْسِى مَاأُطِيْقُ وَ مَالاَ أُطِيْقُ, لاَطَاقَةَ لِمَخْلُوقٍ مَعَ قُدْرَةِ الْخَالِقِ, حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ, بِخَفِيِّ لُطْفِ اللهِ, بِلَطِيْفِ صُنْعِ اللهِ, بِجَمِيْلِ سِتْرِ الله, دَخَلْتُ فِى كَنَفِ اللهِ, تَشَفَّعْتُ بِسَيِّدِنَا رَسُولِ اللهِ, تَحَصَّنْتُ بِأَسْمَاءِ الله, آمَنْتُ بِالله, تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ, إدَّخَرْتُ اللهَ لِكُلِّ شِدَّةٍ.

Latin : Udaafi’u bikalloohumma ‘an nafsii maa uthiiqu wamaa laa uthiiqu, laa thaaqata limakh-luuqin ma’a qudratil khaaliq. Hasbiyalloohu wa ni’mal wakiil. Bikhafiyyi luthfillaah, bilathiifi shun’illaah, bijamiili sitrillaah. Dakhaltu fii kanafillaah, tasyaffa’tu bisayyidinaa rasuulillaah, tahash-shantu bi-asmaa-illaah, aamantu billaah, tawakkaltu ‘alallooh, iddakhartullooha likulli syiddah.

Terjemahan :Aku melindungi diriku dengan perantaran-Mu, Ya Allah, apa yang aku mampu dan apa yang aku tidak mampu. Tiada kemampuan bagi makhluk berha-dapan dengan kekuasaan Al-Khaliq. Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia sebaik-baik Pelindung. Berkat rahasia kelemahlembutan Allah, berkat kelemahlembutan penciptaan Allah, dan berkat kein-dahan tirai Allah, aku masuk kedalam perlindungan / naungan Allah; aku memohon syafaat junjungan kita Rasulullah; aku berlindung dengan Asma’ Allah; aku beriman kepada Allah; aku bertawakkal kepada Allah, dan aku memohon perlindungan Allah setiap menga-lami kesempitan.

اللّهُمَّ يَامَنْ إِسْمُهُ مَحْبُوبٌ, وَوَجْهُهُ مَطْلُوبٌ, إِكْفِنِى مَا قَلْبِى مِنْهُ مَرْهُوبٌ, أََنْتَ غَالِبٌ غَيرُ مَغْلُوبٍ, وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. حَسْبِيَ اللهَ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ

Latin : Alloohumma yaa man ismuhuu mahbuub, wa waj-huhuu mathluub. Ikfinii maa qalbii min-hu mar-huub, Anta ghaalibun ghairu maghluub. Washal-lalloohualaa sayyidinaa muhammadin wa aalihii washahbihii wasallam. Hasbiyalloohu wani’mal wakiil.

Terjemahan :Ya Allah, wahai Tuhan yang Nama-Nya dicintai dan ‘Wajah-Nya’ selalu dicari, cukupilah aku (dari) sesuatu yang darinya menakutkan hatiku. Engkau Tuhan Yang Mengalahkan, tana pernah terkalahkan.

Semoga Allah melimpahkan rahmat ta’zhim dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muham-mad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia sebaik-baik Pelindung.

Keutamaan Hizib Nawawi

Setelah mengetahui Bacaan Wirid Imam Nawawi, nah selanjutnya Hizib Imam Nawawi adalah sebuah doa atau bacaan yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Diantara kelebihan Hizib Imam Nawawi ini adalah sebagai berikut:

1. Perlindungan dari Kejahatan Jin, Manusia, dan Penduduk Langit dan Bumi

Orang yang membaca Hizib ini diyakini akan diberikan perlindungan oleh Allah dari segala bentuk kejahatan, baik yang berasal dari makhluk halus seperti jin, manusia, maupun dari seluruh ciptaan di langit dan bumi.

2. Perlindungan dari Tipu Daya dan Kejahatan

Membaca Hizib Nawawi juga dapat menjauhkan seseorang dari tipu daya dan kejahatan orang-orang yang berniat untuk merugikan atau merusaknya, termasuk dalam hal sihir dan praktik-praktik gaib lainnya.

3. Pembukaan dan Pertolongan Allah

Barangsiapa yang membaca Hizib Nawawi ini sepuluh kali pada waktu pagi, akan menerima pembukaan dan pertolongan Allah dalam setiap aspek kehidupannya, baik dalam perbuatan, perkataan, maupun perilaku yang tampak dan yang tersembunyi.

4. Perlindungan dari Tenungan Ahli Mukasyafah, Sihir, Permusuhan, dan Peperangan

Membaca Hizb Nawawi setelah salat Subuh dan Maghrib atau setelah Subuh dan Isya’ juga akan memberikan perlindungan dari pengaruh negatif, seperti tenungan dari mereka yang memiliki wawasan spiritual tinggi (mukasyafah), sihir, permusuhan, dan bahkan peperangan.

Penutup

Bacaan Wirid Imam Nawawi merupakan salah satu bagian yang sangat penting. Kitab suci ini tidak hanya memberikan panduan berharga bagi umat Islam, tetapi juga menjadi sumber inspirasi yang mendalam. Dengan merenungkan dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung dalam Bacaan Wirid Imam Nawawi, kita dapat menemukan kedamaian dan kebijaksanaan dalam hidup kita.

Imam Nawawi dengan bijak mengajarkan tentang kepatuhan kepada Allah, kasih sayang, dan kerendahan hati. Melalui bacaan ini, kita diajak untuk merenungkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berpegang teguh pada ajaran-ajaran ini, kita dapat menghadapi tantangan hidup dengan keyakinan dan ketenangan hati.

Semoga artikel dari exponesia.id mengenai Bacaan Wirid Imam Nawawi senantiasa menjadi sumber inspirasi dan petunjuk dalam perjalanan rohani kita. Marilah kita terus mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung dalam kitab suci ini agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita dalam mencari makna dan kedekatan dengan-Nya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *