Teks Lirik Ya Hannan Ya Mannan

Teks Lirik Ya Hannan Ya Mannan : Arab, Latin dan Terjemahan

Posted on

Exponesia.id – Teks Lirik Ya Hannan Ya Mannan : Arab, Latin dan Terjemahan. Dalam sentuhan syair yang memancarkan kelembutan dan kasih sayang, teks lirik “Ya Hannan Ya Mannan” membawa kita ke dalam dimensi spiritual yang penuh kehormatan dan keagungan. Setiap kata yang terpilih dengan cermat dalam lirik ini menjadi bentuk doa dan pujian kepada Allah, yang dalam sifat-Nya terpancar kasih sayang dan kemurahan.

Dengan membaca Teks Lirik Ya Hannan Ya Manna,  kita seakan diajak untuk merenung dalam kelembutan kasih Allah yang melimpah, sekaligus menyadari kebesaran-Nya sebagai Pemberi Karunia dan Pemurah. Teks ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah panggilan batin untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pengasih.

Mari kita selami makna-makna yang terkandung dalam teks lirik “Ya Hannan Ya Mannan” dan biarkan setiap baitnya membuka pintu hati kita menuju kehadiran-Nya yang penuh dengan kasih sayang dan kebaikan.

Teks Lirik Ya Hannan Ya Mannan

Ya Hannan ya Mannan artinya adalah pujian kepada Allah Dzat Maha Pengasih dan Pemberi Nikmat. Berikut ini  Teks Lirik Ya Hannan Ya Mannan selengkapnya:

ﻳَﺎ ﺣَﻨَّﺎﻥْ ﻳَﺎ ﻣَﻨَّﺎﻥْ ﻳَﺎ ﻗَﺪِﻳْﻢَ ﺍْﻻِﺣْﺴَﺎﻥْ

Ya hannan ya mannan ya qodimal ikhsan
(Wahai Tuhan yang maha pengasih lagi Maha pemberi Nikmat yang Qadim dalam memberikan Kebaikan)

ﺑَﺤْﺮُ ﺟُﻮْﺩِﻙْ ﻣَﻠْﻴَﺎﻥْ ﺟُﺪْ ﻟَﻨَﺎ ﺑِﺎﻟْﻐُﻔْﺮَﺍﻥْ

Bakhrujudikmalyan judlana bilghufron
(Lautan kemurahan-Mu penuh, Ampunilah kami)

ﺟُﺪْ ﻟِﻬَﺬَﺍ ﺍْﻻِﻧْﺴَﺎﻥْ ﻋَﺒْﺪَ ﺳُﻮْﺀٍ ﺧَﺰْﻳﺎَﻥْ

Judlihadzal insan ‘abda su in khozyan
(Bermurah Hatilah kepada manusia ini, hamba jelek dan hina)

ﻣِﻦْ ﺫُﻧُﻮْﺑِﻪْ ﻭَﺣْﻼَﻥْ ﺧَﺎﺋِﻒْ ﺍِﻧَّﻚْ ﻏَﻀْﺒﺎَﻥْ

Mindunu bih wahlan khonif innak ghudhban
(Yang berlumuran dosa, Takut bila Engkau marahi)

ﺭَﺑَّﻨﺎَ ﻧَﺴْﺘَﻌْﻔِﻴﻚْ ﺭَﺑَّﻨﺎَ ﻧَﺴْﺘَﺮْﺿِﻴﻚْ

Robbanas taghfik robbanas tardhik
(Wahai Tuhan Kami minta ampun kepadaMu, Kami minta Ridha kepadaMu)

ﻭَﻟَﻨﺎَ ﻇَﻦٌّ ﻓِﻴﻚْ ﻳﺎَﺭَﺟَﺎ ﺍﻫْﻞَ ﺍْﻻِﻳْﻤﺎَﻥْ

Walana dhonnufik yarojahlal iman

ﻻَ ﺗُﺨَﻴِّﺐْ ﺭَﺍﺟِﻲْ ﺗَﺤْﺖَ ﺑﺎَﺑِﻚْ ﻻَﺟِﻲْ

La tughoyyib roji takhtababik laji
(Jangan siakan hamba yang berharap yang mengungsi di bawah pintuMu)

ﻟَﻢْ ﻳَﺰَﻝْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪَّﺍﺟِﻲْ ﻗﺎَﺋِﻼً ﻳﺎَ ﺣَﻨّﺎَﻥْ

Lam yazal fiddaji qo ilan yahannan
(Tak hentinya waktu gelap gulita berkata Wahai Tuhan yang welas Asih)

ﺑِﺎﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺍْﻻُﻣِّﻲْ ﻭَﺧَﺪِﻳْﺠَﺔْ ﺍُﻣِّﻲْ

Binnabiyyil ummi wakhodijah ummi
(Dengan Nabi yang ummi, dan Khadijah sebagai Ibu)

ﻭَﺍﻟْﺒَﺘُﻮْﻝِ ﺍﻟْﺨَﺘْﻤِﻰ ﺳَﻴِّﺪَﺍﺕِ ﺍﻟﻨِّﺴْﻮَﺍﻥْ

Walbatulilkhutmi sayyidatinniswan
(Dan Fatimah yang ahli Ibadah, Tokoh wanita di Surga)

Kisah Ahli Neraka Wiridan Ya Hannan Ya Manan

Menceritakan tentang kisah yang dijelaskan dalam hadist Qudsy sebagai berikut. “Allah berfirman: ” Keluarkanlah dari neraka semua orang yang didalam hatinya ada iman walau sekedar biji zarrah ” (Shohih, Bukhory dan Muslim)

Maka malaikat Malik si penjaga neraka segera menindak lanjuti perintah Allah itu dengan mengelilingi seluruh penjuru neraka. Sayup- sayup nun jauh disana ada suara rintihan dan rantapan dengan menggunakan nama Allah Yang Agung:

يا حنان يا منان يا ذا الجلال والاكرام

Ya Hannan Ya Mannan Ya Dzaljalali Wal Ikrom

(Wahai Yang Maha Santun dan Maha Pemberi Anugerah, wahai Allah Yang memiliki Keagungan dan Kemulya-an)

Begitu berulang-ulang dengan suara yang menyayat hati, penuh dengan keputusasaan, dan meresap hingga ke lubuk jiwa. Malaikat Malik kemudian berusaha mencari asal suara tersebut di setiap sudut neraka yang sangat luas dengan penuh kewaspadaan. Ia menjelajahi lembah demi lembah, gunung demi gunung, dan jurang demi jurang tanpa henti. Berlalu satu hari, dua hari, satu tahun, sepuluh tahun, seratus tahun, bahkan seribu tahun telah berlalu, namun sumber suara itu tetap tidak ditemukan dalam luasnya neraka dan keramaian penduduk neraka mulai dari zaman Nabi Adam hingga hari kiamat. Suara itu terus bergema tanpa henti:

يا حنان يا منان يا ذا الجلال والاكرام

Ya Hannan Ya Mannan Ya Dzaljalali Wal Ikrom

Maka malaikat Malik melapor kepada Allah: ” Ya Rob, sudah saya cari selama seribu tahun, namun tak kunjung ketemu juga, namun suara gema tauhid itu masih menggema di neraka “

Allah berfirman: Kalau begitu, kau harus cari lagi sampai ketemu karena tidak boleh ada seorang yang beriman padaku tinggal selamanya dalam neraka!”

Maka malaikat Malik segera melanjutkan pencariannya dengan teliti, menjelajahi neraka dengan penuh kewaspadaan. Lembah demi lembah neraka, gunung demi gunung, dan jurang demi jurang disisirnya tanpa henti. Meskipun sudah berlalu seribu tahun, namun sumber suara itu tetap tak bisa ditemukan dalam luasnya neraka dan keramaian penduduk neraka mulai dari zaman Nabi Adam hingga hari kiamat. Suara itu terus bergema tanpa henti:

يا حنان يا منان يا ذا الجلال والاكرام

Ya Hannan Ya Mannan Ya Dzaljalali Wal Ikrom

Malaikat Malik pun melapor kembali kepada Allah : ” Ya Rob, sudah saya cari selama seribu tahun lagi, berarti sudah dua ribu tahun lamanya aku mencari, namun tak kunjung ketemu juga, namun suara dzikir itu masih menggema di neraka”.

Allah Berfirman “Kalau begitu, kau harus terus cari lagi sampai ketemu karena tidak boleh ada seorang yang beriman padaku tinggal selamanya dalam neraka!

Maka malaikat Malik segera kembali menjelajahi neraka dengan lebih teliti. Lembah demi lembah neraka, gunung demi gunung, dan jurang demi jurang disusurinya tanpa henti. Meskipun sudah berlalu seribu tahun lamanya, sementara satu tahun akhirat setara dengan 50.000 tahun di dunia!!! Namun, sumber suara itu masih tetap tidak dapat ditemukannya, dari seluas neraka dan keramaian penduduk neraka mulai dari zaman Nabi Adam hingga hari kiamat. Suara itu terus bergema tanpa henti:

يا حنان يا منان يا ذا الجلال والاكرام

Ya Hannan Ya Mannan Ya Dzaljalali Wal Ikrom

Maka untuk ketiga kalinya malaikat Malik melapor setelah dua ribu tahun dia mencari.

Allahpun berfirman: “Kau harus terus berusaha cari sampai ketemu, karena orang yang memiliki iman walau sebiji sawi tak boleh ia tinggal selamanya dalam neraka!!!”. Malaikat Malik pun patuh melaksanakan perintah Raab nya tanpa reserve dan tanpa banyak alasan, karena para malaikat tidak akan pernah mendurhakai Robbnya dan selalu akan mematuhi segala perintahNya.

Disisirnya lembah demi lembah neraka, gunung demi gunung dan jurang demi jurang dengan tak kenal lelah. Sudah pula berlalu seribu tahun lamanya, berarti sudah 3000 tahun x 50.000 tahun = 150 juta tahun dunia orang itu tersiksa di neraka, duhai betapa sengsaranya dia.

Tapi sumber suara itu tetap saja tidak bisa ia temukan dari luasnya neraka dan dari berjubelnya penduduk neraka dari sejak zaman Nabi Adam sampai hari kiamat, dan suara itu terus bergema:

يا حنان يا منان يا ذا الجلال والاكرام

Ya Hannan Ya Mannan Ya Dzaljalali Wal Ikrom

Maka malaikat Malik pun akhirnya memutuskan untuk melapor kembali kepada Rabb nya, Maka Allah berfirman: ”Baiklah, kalau begitu akan Aku jelaskan kepadamu karena Aku Maha Tahu. Carilah manusia beriman itu disini dan disini, di gunung ini dan dilembah ini, dibukit ini dan dijurang ini, di gedung tahanan nomor sekian dan kamar tahanan nomor sekian”

Maka malaikat Malik segera melaksanakan perintah sesuai petunjuk Rabbnya. Ia menemukan seonggok arang hitam yang legam dan tidak berbentuk, terbelenggu pada sebuah tiang yang dikelilingi oleh ular, kelabang, kalajengking, dan alat penyiksaan lainnya. Yang membuat malaikat Malik kagum, mulut orang itu tetap utuh tanpa terbakar oleh api neraka, dan lidahnya selalu bergetar:

يا حنان يا منان يا ذا الجلال والاكرام

Ya Hannan Ya Mannan Ya Dzaljalali Wal Ikrom

Ketika malaikat Malik mendekat, mulut yang berdzikir itu berteriak ketakutan, “Siksaan apalagi yang akan kau bawa untukku, wahai malaikat Malik! Aku sudah tidak tahan lagi, tidak sanggup lagi menerima adzab yang begitu pedih karena dosa-dosaku di dunia.”

Malaikat Malik menjawab, “Aku datang bukan untuk menambah siksaan, melainkan untuk memenuhi perintah Tuhanku: membebaskanmu dari siksaan ini karena lisanmu terus bergetar berdzikir, menandakan masih adanya iman dalam hatimu.”

Malaikat Malik kemudian membawa orang itu ke Nahrul Haya. Setelah dimandikan dalam “Sungai Kehidupan,” segala penderitaannya seketika hilang, dan tubuh jasmaninya pulih bahkan lebih indah dari aslinya.

Orang itu kemudian merangkak menghadap Allah. Allah berkata, “Wahai hambaku, carilah tempatmu di surga, karena surga disediakan bagi siapapun yang memiliki iman!” Orang itu masuk ke surga, tetapi tidak dapat menemukan tempatnya. Ia kembali menghadap Allah, berkata, “Ya Rabb, surga telah penuh.” Allah menjawab, “Ada bagian untukmu di sana, carilah sendiri!”

Ini terjadi tiga kali, namun orang tersebut tetap melihat bahwa surga telah penuh. Maka, untuk kali ketiga, ia menghadap Allah dan mengatakan bahwa surga telah penuh. Allah berkata, “Baiklah, sekarang pikirkanlah sendiri. Jika kamu memperoleh surga, apa yang kamu inginkan dan apa yang terlintas dalam pikiranmu?” Orang itu segera mematuhi perintah Rabbnya dan mulai membayangkan dan menginginkan berbagai hal, namun tidak dapat menemukan tempat di surga yang sesuai dengan keinginannya.

Kemudian Allah berfirman: ”Sudahkah engkau berangan-angan?”. “Sudah, ya Rob”. Allahpun berfirman: ”Untuk kamu dua kali lipat yang kau angan- angankan”. Itulah makna : “A’dadtu li ibaadii maa laa ainun ro’at walaa udzunun sami’at wala khothoro ‘ala qolbin basyar = Aku telah sediakan untuk hamba-hambaku besok disorga, apa yang mata belum pernah lihat, yang telinga belum pernah mendengar dan belum terpikir oleh angan-angan seorang manusia”

Didalam kitab Ruhul Bayan dalam penjelasan Surah Al Imran ayat 24-25 dijelaskan kisah serupa dengan diatas sebagai berikut,

فعلى العاقل ان لا يقطع رجاءه من الله تعالى وان كانت ذنوبه مثل زبد البحر فالله تعالى عند حسن ظن العبد به- روى- انه إذا كان يوم القيامة وسكن اهل الجنة الجنة واهل النار النار إذا بصوت حزين ينادى من داخل النار يا حنان يا منان يا ذا الجلال والإكرام فيقول الله تعالى يا جبريل اخرج هذا العبد الذي فى النار قال فيخرجه اسود كفرخ الحمام قد تناثر لحمه وذاب جسمه فينادى يا جبريل لا توقفنى بين يدى الله فافزع فيؤتى به الى الله فيقول له عبدى أتذكر ذنب كذا وكذا فى سنة كذا وكذا فيقول نعم يا رب فيقول الله اذهبوا بعبدي الى النار فيكون من العبد التفات فيقول الله ردوا عبدى الىّ فيرد اليه فيقول له عبدى ما كان التفاتك وهو اعلم فيقول يا رب أذنبت ولم اقطع رجائى منك وحاسبتنى ولم اقطع رجائى منك وأدخلتني النار ولم اقطع رجائى منك وأخرجتني منها إليك ولم اقطع رجائى منك ثم رددتنى إليها ولم اقطع رجائى منك فيقول الله تبارك وتعالى وعزتى وجلالى وارتفاعي فى علو مكانى لأكونن عند ظن عبدى بي ولأحققن رجاءه فى اذهبوا بعبدي الى الجنة

Kesimpulan

Dalam kesederhanaan kata-kata yang dihadirkan dalam Teks Lirik Ya Hannan Ya Mannan, terkandung kebesaran dan kelembutan-Mu, ya Allah. Seperti gelombang yang merangkul pantai dengan penuh kasih sayang, demikian pula rahmat-Mu menyelimuti hati kita. Terkadang, dalam meresapi melodi indah ini, kita menyadari keagungan-Mu sebagai Maha Pengasih dan Maha Pemberi.

Lewat lirik ini, kita diingatkan akan keabadian kasih-Mu yang tiada tara. “Ya Hannan Ya Mannan” menggambarkan betapa besar limpahan kasih sayang-Mu kepada hamba-hamba-Mu. Dalam kesederhanaan lirik ini, tersembunyi kebijaksanaan yang mengajarkan kita untuk selalu mencari kebaikan dan kasih sayang-Mu.

Itu saja pembahasan mengenai Teks Lirik Ya Hannan Ya Mannan, yang bisa exponesia.id berikan.  Semoga setiap langkah yang kita ambil di dunia ini senantiasa dipenuhi dengan rahmat dan keberkahan dari-Mu. “Ya Hannan Ya Mannan,” lirik yang mengajak kita merenungi kebesaran-Mu dan menemukan ketenangan dalam kasih sayang-Mu yang tak terhingga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *